Om Suastiastu---Rahajeng Rauh Ring Dadia Pasek Gelgel Desa Kaliakah---Om Santi Santi Santi Om

Kamis, 27 April 2017

Wisata Religi Warga Pasek Gelgel

Pada hari Senin 24 april 2017,segenap warga pasek Gelgel Desa kaliakah melakukan perjalanan religi(nangkil) kepura Dadia Agung Pasek Gelgel - Aan Klungkung yang bertepatan dengan piodalan di pura tersebut,yang selanjutnya dilanjutkan medak tangkil ke Pura Parahyangan Ratu Pasek Punduk Dawa-Dawan Klungkung.Diikuti sekitar hampir 100 warga dadia,bersama-sama memohon kesejahteraan bagi kita umat semuanya.

Selasa, 14 Juni 2016

Sekeha Gong Dadia Pasek Gelgel ngaturang ayah

Dalam rangka pelaksanaan acara Dewa Yadnya di salah satu keluarga besar Dadia Pasek Gelgel Pak Nengah Weres/pangkung jajang,sekeha gong Dadia Pasek Gelgel Desa Kaliakah ikut serta ngaturang sumbangsih untuk menyukseskan acara tersebut.Ini merupakan kebersamaan dan rasa saling memiliki diantara keluarga besar Dadia.




Rabu, 10 Februari 2016

Persembahyangan dihari Galungan

Galungan tahun ini yang selalu jatuh pada hari Buda Kliwon Dungulan tanggal 10 Pebruari 2016 diperingati oleh segenap warga Dadia Pasek Gelgel desa Kaliakah dengan melaksanakan persembahyangan bersama sebagai bentuk rasa hormat dan cinta kasih kepada Ida Hyang Kawitan,Ida Hyang Widhi Wasa selaku utamaning guru.

Senin, 08 Februari 2016

Dasaning Kahyangan Jagat Bali

Bali yang dalam ketenarannya disebut sebagai pulau Dewata yang mempunyai makna pulau dimana berstananya para Dewa sering juga disebut sebagai pulau seribu pura.Hal ini tidak bisa dilepaskan dari banyaknya bangunan pura yang ada diBali.
Dari sekian banyaknya bangunan pura tersebut terdapat sepuluh bagian penting yang sering disebut sebagai pura kahyangan jagat,sebagai berikut akan kita jabarkan :

         PURA LEMPUYANG
Pura Lempuyang Luhur terletak di puncak Bukit Bisbis atau Gunung Lempuyang, Karangasem. Pura ini diduga termasuk paling tua di Bali. Bahkan, diperkirakan sudah ada pada zaman pra-Hindu-Buddha yang semula bangunan suci yang terbuat dari batu. Pura Lempuyang itu merupakan istana Hyang Gni Jaya atau Dewa Iswara.Dalam buku terbitan Dinas Kebudayaan Bali (1998) berjudul ''Lempuyang Luhur'' disebutkan, lempuyang berasal dari kata ''lampu'' artinya sinar dan ''hyang'' untuk menyebut Tuhan, seperti Hyang Widhi. Dari kata itu lempuyang atau lampuyang diartikan sinar suci Tuhan yang terang-benderang (mencorong/menyorot). Pura Lempuyang itu merupakan stana Hyang Gni Jaya atau Dewa Iswara.Pura Lempuyang sendiri memiliki status yang sangat besar, sama seperti Besakih. Baik dalam konsep padma buwana, catur loka pala atau pun dewata nawa sanga. Dalam berbagai sumber lontar atau prasasti kuno, ada tiga pura besar yang sering disebut selain Besakih dan Ulun Danu Batur yakni Lempuyang.Pada sekitar tahun 1950 di tempat didirikannya Pura Lempuyang Luhur kini, baru ada tumpukan batu dan sanggar agung yang dibuat dari pohon.